Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita HIV/AIDS Di Kota Malang

  • Indra Gunawan Pooroe Universitas Wisnuwardhana
  • Esy Suraeni Yuniwati Universitas Wisnuwardhana
  • Bernardus Liat Wungubelen Universitas Wisnuwardhana
Keywords: Dukungan sosial, Keluarga, HIV/AIDS

Abstract

Dukungan sosial keluarga memiliki peranan yang penting dalam kehidupan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Adanya perasaan diterima oleh orang-orang terdekat jauh lebih bermakna dibandingkan pengobatan apapun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami, dan mendeskripsikan bentuk dukungan sosial keluarga yang anggota keluarganya penderita HIV/AIDS di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Menggunakan teknik purposive-sampling dengan melibatkan dua orang partisipan dan dua significant other. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara semi-struktur dan observasi ruang publik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diterima oleh partisipan pertama lebih dominan pada bentuk dukungan emosional dan instrumental. Sedangkan pada partisipan kedua lebih dominan pada bentuk dukungan emosional. Secara umum kedua subjek mempersepsikan bahwa meskipun mereka mengalami perubahan status kesehatan menjadi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), mereka merasa masih mendapatkan dukungan social dari keluarga mereka sehingga dapat menjalani kehidupan sehari-harinya sebagaimana orang lain pada umumnya.

 

Family social support plays an important role in the live of people with HIV/AIDS (ODHA). The feeling of being accepted by those closest to us is far more meaningful than any treatment. The purpose of this research to know, understand, and describe a from of family social support with HIV/AIDS in the unfortunate city the study is a qualitative study approaching phenomenon using an purposive sampling technique involving two participants and two significant other. The data collection technique on this study uses semi-structure interviews and public money observation. Data analysis in this study using interactive models. Studies show that the social support received by the first participant was more dominant in terms of emotional, and instrumental. Whereas the secondparticipant is more dominant in the form of emotional support. In general, the two subjects perceived that even though they experienced a change in their health status, they became people with HIV/AIDS (ODHA), they feel they still get social support from their families so they can live their daily lives like other people in general.

References

Adelman, H. S., & Taylor, L. 1999. Mental health in school and system restructuring. Clinical Psychology Review, 19 (2), 137-163.

Ader, R., & Cohen, N. 1993.
Psychoneuroimmunology: Conditioning and Stress. Annual review of psychology, 44, 53-85.

Amirul, Hadi. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Amna, Mustafid, et.al. 2003. Imunitas. Jurnal Psikologi Kesehatan. BY- NC.
Ancok dan Suroso. 2001. Psikologi Islami. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Andrewin, A. 2008. Stigmatization of patients with HIV/AIDS among doctors and nurses in Belize. AIDS Patient Care and STDs Journal, 22 (11), 211.

Ardani, I., Handayani, S. 2017. Stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai Hambatan Pencarian Pengobatan: Studi Kasus pada Pecandu Narkoba Suntik di Jakarta. Bulletin Penelitian Kesehatan, North America. (Diakses tanggal 10 November 2020). Available at: http://ejournal.litbang.kemkes.go.i d/index.php/BPK/article/view/604 2.

Arthur W. Frank 1993. The Rhetoric of Self-Change: Illness Experience as Narrative. The Sociological Quarterly, 34:1, 39-52.

Astuti, A., & Budiyani, K. 2010. Hubungan antara dukungan sosial yang diterima dengan kebermaknaan hidup pada ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Jurnal Psikologi Sosial. 2-10. Diakses melalui: fpsi.mercubuanayogya.ac.id (2
Agustus 2020).

Baron, R.A., & Byrne, D. 2000. Social Psychology. United Stated of America: Allyn and Bacon.

Bart, Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. PT. Gramedia Widiasarna Indonesia: Jakarta.

Bastman, H. D. 1996. Meraih Hidup Bermakna: Kisah Pribadi Dengan Pengalaman Tragis. Jakarta: Paramadina.

Bogdan, Robert C. dan Biklen Kopp Sari.1982. Qualitative Research forEducation:An Introduction to Theory and Methods. Allyn and Bacon, Inc: Boston London.

Bomar, P.J. 2004. Promoting Health in Families: Applying Family Research and Theory to Nursing Practice. EbookLibrary. Diakses dari: http://ners.unair.ac.idebooksclub.o rg, 26 September 2020.

Creswell, John. W. 2016. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Edisi Keempat (Cetakan Kesatu). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Daili, S. F., Makes, W. I., Zubier, F., & Judanarso, J. (2003). Penyakit menular seksual. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Departemen Kesehatan. 2001. Deklarasi Komitmen Sidang Umum PBB tentang HIV/AIDS. Krisis Global.

Diatmi, K., & Fridari, I., G., A. 2014. Hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada orang dengan hiv dan aids (ODHA) di Yayasan Spirit Paramacitta. Jurnal Psikologi Udayana, 1(2). 353-362.

Dimatteo, M. R. 2004. Social support and patient adherence to medical treatment: a meta analysis. Health Psychology Journal, 23, 2, 207-
218.
Djoerban, Z. 1999. Membidik AIDS, Ikhtisar Memahami HIV dan ODHA. Yogyakarta: Galang Press.

Gatra. 2006. Gugatan Salah Tes 14,6 Milyar. Jakarta: PT. Gatra.

Goble, F. G. 1987. Mazhab ketiga: Psikologi Humanistik Abraham Maslow/Penerjemah: A. Supratiknya. Yogyakarta: Kanisius.

Goode, William J. 1991. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara.

Gusti, R.P., Farlina, M., Alfitri. 2015. Studi fenomenologi pengalaman orang HIV/AIDS (ODHA) dalam mendapatkan dukungan keluarga di Yayasan Lantera Minangkabau Support Padang. Ners Jurnal Keperawatan, 11 (1), 22-31.

Hadi, Sutrisno. 1995. Metodologi Research II. Yogyakarta: Andi Offset.

Handono., Tri, O., Bashori, K. 2013. Hubungan antara penyesuaikan diri dan dukungan sosial terhadap stres lingkungan pada santri baru. Jurnal Fakultas psikologi, 2 (1), 79-89.

Hasan, A. 2008. Pengantar Psikologi Kesehatan Islami. Jakarta: Rajawali Pers.

Hermawanti, P., & Wijanarko, M. 2011. Penerimaan diri perempuan pekerja seks yang menghadapi status HIV positif di Pati Jawa Tengah. Jurnal Psikobuana, 3 (2), 94-103.

Horton, T. V., & Wallander, J. L. 2001.
Hope and Social Support asResilience Factors Against Psychological Distress of Mothers Who Care for Children with Chronic Physical Conditions. Rehabilitation Psychology, 46 (4),
382-399.

Hutapea, R. 2011. AIDS & PMS dan pemerkosaan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Idrus, Muhammad. 200). Metode Penelitian Ilmu Sosial, Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Jakarta : Erlangga.
Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Jay, Greenberg. 2002. Psychoanalytic Goals, Therapeutic Action, and The Analyst’s Tension. The Psychoanalytic Quarterly. 71:4,
651-678.

Joseph, A.E., & Phillips, D.R. 1984. Accessibility and utilization: geographical perspectives on health care delivery. Harper & Row.

Kaplan, H.I & Saddock, B.J. (2005). Sinopsis Psikiatri. Edisi 8. Jakarta: Bina Rupa Aksara.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Surat Laporan Perkembangan HIV/AIDS tahun 2017 Nomor : PM.02.02/III/766/2017. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. (Diakses tanggal 3 Juli 2020)

Khairuddin H. 1985. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Nurcahaya.

Kirana, L., A. (2016). Dukungan sosial dan resiliensi pada pasien kankerpayudara (studi kasus pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi). PsikoBorneo, 4(4), 829-837.

Koeswara. 1992. Logoterapi psikoterapi Victor Frank. Yogyakarta. Kanisius.

Kriyantono. 2012. Public Relations & Crisis Management: Pendekatan Critical Public Relations Etnografi Kritis & Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Kuntjoro, ZS. 2002. Jurnal Psikologi: Dukungan Sosial pada Lansia. http://www.e- psikologi.com/usia/160802.htm. (Diakses tanggal 13 Januari 2021)

Langgulung, H. 1981. Beberapa Tinjauan dalam Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Lemme, B. H. 1995. Development in adulthood. USA: Allyn & Bacon.

Li, L., Lee, SJ, Thammawijaya, P., Jiraphongsa, C., & Rotheram- Borus, MJ 2009. Stigma dukungan sosial, dan depresi di antara orang yang hidup dengan HIV di Thailand. Perawatan AIDS, 21 (8), 1007-1013.

Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Marni, A & Yuniawati, R. 2015. Hubungan antara dukungan sosial dengan penerimaan diri pada lansia di panti wredha budhi dharma Yogyakarta. Jurnal Fakultas Psikologi, 3(1), 1-7.

McGregor C, Dolan P (2021) Support and Protection Across the Lifecourse: A Practical Approach for Social Workers. Bristol: Policy Press Bristol University Press.

Miles, Mathew B., dan A. Michael Huberman. 1994. An Expanded Sourcebook: Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications. Mulyasa, E. 2005

Moleong, L. J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Mulyadi, Yadi. 1995. Panduan Sosiologi. Jakarta: Yudhistira.

Munna, D. Richard, et all. 1997. HIV Manual untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.

Orford, J. 1992. Community Psychology: Theory and Practice. Wiley Chichester: pp. vii+292. J. community. Appl. Soc. Psychol., 10:82-83.

Pardeck, J.T. 1998. Using Books In Clinical Social Work Practice: A Guide To Bibliotheraphy. New York, NY, USA: The Haworth Press, Inc.

Rachimhadhi, Trijatmo. 1996. Sindroma AIDS. Penanggulangan dan Penyebarannya dalam Praktek Dokter Gigi. Jakarta: EGC.

Richardson, Diane. 2002. Perempuan dan AIDS. Media Pressindo.

Rutter, D. R., Chesham, D. J., Qunie, L. 1993. Social Psychological Approaches to Health. New York: Harvester Wheatsheaf.

Sarafino, E.P. 1998. Health Psychology: Biopsychososial Interaction Third Edition. New York: John Wiley & Sons Inc.

Sarafino, E.P. 2002. Health Psychology: Biopsychososial
Interaction Fourth Edition. New Jersey: HN Wiley.
Sarafino, E.P., & Smith, T.W. 2011. Health Psychology: Biopsychosocial Interaction (7th Ed.). United States of America : John Wiley & Sons, INC.

Sari, J. D & Reza M. 2013. Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Penerimaan Diri pada Remaja Penderita HIV di Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.

Sarikusuma, et al. 2012. Konsep diri orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang menerima label negatif dan diskriminasi dari lingkungan sosial. Psikologiaonline. Vol. 7, No. 1,
hal. 29-40.

Satir, Virginia. 1957. Conjoint Family Therapy. Science and Behavior Books. Palo Alto, California.

Schultz, D. 1991. Growth Psychology: Model of the Healthy Personality. New York: Dvam Mostrand.

Seligman, M., E., P. 2005. Authentic Happiness: Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. PT Mizan Pustaka, Bandung.

Setiadi. 2008. Konsep dan proses keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sheridan, C.L., & Radmacher, S.A. 1992. Health psychology: Challenging the biomedical model. John Wiley & Sons.

Situmeang, Berliana & Syarif, Syahrizal & Mahkota, Renti. 2017. terhadap Orang dengan HIV/AIDS di Kalangan Remaja 15-19 tahun di Indonesia (Analisis Data SDKI Tahun 2012). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia.

Smith, J. F. 2004. Chest Phisical Therapi. The Thompson Corporation. (Diakses melalui: http://chclibrary.org/microed/000 42330.html). Diakses tanggal 26 November 2020.

Subandiroso. 1987. Sosiologi
Antropologi 1 (Program Pengetahuan Budaya dan Ilmu- Ilmu Sosial). Jakarta: PT Intan.

Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

Taylor, S.E. 1999. Health Psychology
(4th Ed.). Boston: McGraw-Hill.
Tobasatu.com. 2015. Jumlah Penderita HIV/AIDS di Sumut Meningkat, Didominasi Laki-Laki. Diunduh dari http://www.tobasatu.com/2015/11
/29/jumlah-penderita-hivaids-di- sumutdidominasi-laki-laki/

UNAIDS. 2009. Fast Facts About HIV Treatment. Geneva.
Yanhai, W., Ran, H., Ran, G., Arnade, L. 2009. Discrimination against people with HIV/AIDS in China. The Equal Rights Review, 4, 15-
25.

Wartono, Chanif, A., Maryati, S., & Subandrio, Y. 2000. AIDS/HIV dikenal untuk dihindari. Jakarta: LEPIN.

Wihartati, W. 2004. Teori-Teori Dukungan Sosial Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

World Health Organization. 1984. Definisi Sehat WHO. (Diakses tanggal 3 Oktober 2020). Available from: www.who.int.

World Health Organization. 2013. World Health Organization LGBT Report: Globalhealth.gov. (Diakses tanggal 3 Oktober 2020). Available From: http://www.globalhealth.gov/global-health-topics/lgbt/lgbt_report.html.

Yayasan Spiritia. 2011. LEMBARAN INFORMASI: tentang HIV/AIDS untuk ORANG YANG HIDUP DENGAN HIV/AIDS (ODHA): Lembaran Informasi 124 TES CD4. Diakses melalui: Spiritia.or.id.

Yuswanto, TJA, Wahyuni, TD, & Pitoyo, J. 2015. Peran Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Kepatuhan Minum Obat pada ODHA. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 4 (1), 64-69.
Published
2023-01-03
How to Cite
Pooroe, I., Yuniwati, E., & Wungubelen, B. (2023). Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Yang Menderita HIV/AIDS Di Kota Malang. PSIKOVIDYA, 26(2), 61-70. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v26i2.210