GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DI SEKOLAH INKLUSI SMKN 60 JAKARTA

  • Ignatia Michelle Sutandhi
  • Laurentia Sirena Limma
  • Maria Angelina Hapan
  • Gabriella Karthika Lesmana
  • Renita Anastasya
  • Penny Handayani

Abstract

Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan adalah hak semua orang termasuk orang dengan berkebutuhan khusus (difabel). Sekolah merupakan sebuah institusi atau lembaga yang mewadahi proses pendidikan formal yang dapat diterima oleh siapapun termasuk anak berkebutuhan khusus. Sekolah inklusi merupakan wadah bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya bersama-sama dengan anak reguler dalam satu kelas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat komunikasi interpersonal anak berkebutuhan khusus dengan anak-anak reguler yang menempuh pendidikan di sekolah inklusi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kelompok yang besar komunikasi interpersonal yang dimiliki oleh subyek kurang baik, tetapi dalam kelompok yang lebih kecil komunikasi interpersonal subyek lebih baik namun tidak sempurna karena dalam kelompok kecilpun faktor kesamaan kurang terlihat karena memang subyek merasa dirinya berbeda dan teman-temannya juga tidak memperlakukan dia seperti teman-teman regulernya. 
Published
2017-04-21
How to Cite
Sutandhi, I., Limma, L., Hapan, M., Lesmana, G., Anastasya, R., & Handayani, P. (2017). GAMBARAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA BERKEBUTUHAN KHUSUS (TUNARUNGU) DI SEKOLAH INKLUSI SMKN 60 JAKARTA. PSIKOVIDYA, 19(2), 49-61. Retrieved from https://psikovidya.wisnuwardhana.ac.id/index.php/psikovidya/article/view/51
Section
Articles