TERAPI TERBARUKAN MANIPULASI MERISPOT KELOMPOK PARAMEDIS JIWA DI RS WIKARTA MANDALA KOTA BATU

  • Suparno Suparno
  • Sudjiwanati Sudjiwanati

Abstract

Farmakoterapi kedokteran modern pada pasien gangguan jiwa potensial menimbulkan efek-samping berbagai penyakit fisik berupa kegemukan, dislipidemia, tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan pembuluh darah. Kondisi ini meningkatkan kesulitan terapi dan perawatan, serta lama perawatan. Terapi Terbarukan Manipulasi Merispot (TTMM) yang alamiah dan non-kimiawi, potensial meringankan gangguan kejiwaan dan penyakit fisik penderita serta mempermudah terapi, sekaligus meringankan perawatan oleh paramedis jiwa, disamping dapat meningkatkan pendapatan perekonomiannya. kelompok paramedis jiwa umumnya berhadapan dengan masalah “pendapatan finansial yang terbatas, keterbatasan waktu usaha sambilan, kerja fisik yang lebih berat terkait dengan pasien-komplikatif”. Dalam pelatihan TTMM, beberapa kasus gangguan kejiwaan dengan penyakit fisik berhasil direduksi keluhan-keluhannya. Tindakan selanjutnya diupayakan pendirian klinik reduksi distres di Rumah Sakit Wikarta Mandala Pujon yang melayani terapi untuk umum dan penderita. Direncanakan juga usaha membentuk sentra pendidikan dan pelatihan TTMM untuk berbagai rumah sakit atau instansi lainnya yang berminat sehingga TTMM lebih berkembang dan lebih banyak terapis-terapis yang baru.
Published
2017-04-21
How to Cite
Suparno, S., & Sudjiwanati, S. (2017). TERAPI TERBARUKAN MANIPULASI MERISPOT KELOMPOK PARAMEDIS JIWA DI RS WIKARTA MANDALA KOTA BATU. PSIKOVIDYA, 19(1), 40-48. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v19i1.60
Section
Articles