Pengambilan Keputusan Karir dan Quarter Life Crisis Pada Masa Dewasa Awal

  • Andia Kusuma Damayanti Universitas Wisnuwardhana
  • Hesti Setyodyah Lestari Universitas Islam Raden Rahmat Malang
Keywords: Pengambilan Keputusan Karir, Quarter Life Crisis, Dewasa awal

Abstract

Abstrak. Dewasa awal merupakan masa peralihan sehingga individu akan menghadapi banyak tekanan dan tuntutan dari lingkungan maupun dari dalam dirinya sendiri. Individu yang tidak mampu menghadapi persoalan dari adanya tuntutan tersebut akan diprediksi mengalami Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis merupakan masa krisis yang dialami oleh individu antara usia 18 hingga 21 tahun. Quarter Life Crisis juga disebabkan oleh tuntutan untuk menjadi dewasa, yang ditandai dengan dimulainya orang memasuki dunia kerja secara penuh, yang berarti bahwa orang harus memiliki penghasilan sendiri dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling diperoleh sebanyak 180 orang yang berusia 18-21 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dengan menggunakan SPSS 20. Hasil uji korelasi Product Moment (Pearson) diperoleh nilai (Koefisien Korelasi) r sebesar -0,222 dengan nilai sig. 0,000 < 0 ,01) menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative dan sangat signifikan pengambilan keputusan karir dengan Quarter Life Crisis. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosi seseorang maka akan semakin rendah Quarter Life Crisis yang dialaminya, begitupun sebaliknya.

Kata Kunci: Pengambilan Keputusan Karir, Quarter Life Crisis, Dewasa awal

Abstract. Early adulthood is a transitional period in which an individual will face many pressures and demands from the environment as well as from within himself. A Quarter Life Crisis is a period of crisis experienced by individuals between the ages of 18 and 21 years. Quarter life crises are also caused by the demands of adulthood, which is characterized by the beginning of people entering the world of work fully, which means that people must have their own income and have the opportunity to continue their education. The aim of this study is to find out if there is a link between career decision-making and the Quarter Life Crisis. This research uses a correlational quantitative approach. The subjects were taken using accidental sampling techniques and 182 people aged 18 to 21 were obtained. The data analysis technique used was Pearson's Product Moment Correlation using SPSS 20. The result of the Pearson Product Moment correlation test obtained a value (Correlation Coefficient) of r -0,222 with a sig. value of 0,000 < 0,01) indicates that there is a negative and very significant relationship of career decision-making with the Quarter Life Crisis. It means that the higher a person's level of emotional maturity, the lower the Quarter Life Crisis he's going through, and vice versa.

Keywords: Career decision-making, Quarter Life Crisis, Early adulthood

References

Adawiyah, Irma Roviatul (2022). Hubungan Antara Kematangan Karir dan Quarter Life Crisis Pada Individu Usia Dewasa Awal. Skripsi Thesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/55916.
Argasiam, B. (2019). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Quarterlife Crisis Pada Masa Dewasa Awal. Disertasi. Unika Soegijapranata Semarang.
Atwood, J., Scholtz, C. (2008). The quarter-life time period: An age of indulgence, crisis or both?. Journal of Contemporary Family Therapy, 30, 233-250. DOI: https://doi.org/10.1007/S10591-008-9066-2
Ayu, M. N. K., Widarnandana, I. G. D., & Retnoningtias, D. W. (2022). Pentingnya Perencanaan Karier Terhadap Pengambilan Keputusan Karier. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 11(3), 341-350.
Azwar, S. (2014). Reliabilitas Dan Validitas (4th Ed.). Pustaka Pelajar
Fischer, K. (2008). Ramen noodles, rent and resumes: An after-college guide to life. California: SuperCollege LLC.
Hartono. (2016). Bimbingan Karier. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Hartung, P.J. (2015). The Career Construction Interview. In: McMahon, M., Watson, M. (eds) Career Assessment. Career Development Series. SensePublishers, Rotterdam. https://doi.org/10.1007/978-94-6300-034-5_13
Herawati, I., & Hidayat, A. (2020). Quarterlife crisis pada masa dewasa awal di Pekanbaru. Journal An-Nafs Kajian Penelitian Psikologi, 5(2), 145- 156.Pincus, Steve, and James Robinson. "Wars and State-Making Reconsidered: The Rise of the Interventionist State."
Gunawan, Muhammad Ali. (2015). Statistik Penelitian Bidang Pendidikan, Psikologi dan Sosial. Parama Publising.
Permatasari, I. (2021). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal. Disertasi. Universitas Muhammadiyah Malang. https://www.kbbi.web.id/karier
Kühler, M. (2015). Demanding the impossible: Conceptually misguided or merely unfair?. In The Limits of Moral Obligation (pp. 116-130). Routledge.
Kalli, Marliana Inya, Damayanti, Andia Kusuma dan Prahoro, Alfredro Putut (2023). Hubungan Kematangan Emosi dengan Quarter Life Crisis Pada Masa Dewasa Awal. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana.
Nash, P. G., MacEfield, V. G., Klineberg, I. J., Gustin, S. M., Murray, G. M., & Henderson, L. A. (2010). Bilateral activation of the trigeminothalamic tract by acute orofacial cutaneous and muscle pain in humans. Pain, 151(2), 384-393. https://doi.org/10.1016/j.pain.2010.07.027
Nufus, Naviatun. (2019). Hubungan Efikasi Diri Dengan Pengambilan Keputusan Karir Pada Mahasiswa Semester Akhir Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Banda Aceh (https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/10096/2/Naviatun%20Nufus.pdf, diakses tanggal 10 Oktober 2023).
Robbins, A & Wilner, A. (2001). Quarter-life crisis: The unique challenges of life in your twenties. New York: Penguin Putnam, Inc.
Robinson, W. (2015). Quarter Life Crisis: An overview of research and theory conference on emerging adulthood. United Kingdom: The University of Greenwich.
Robinson, O. C., & Wright, G. R. T. (2013). The prevalence, types and perceived outcomes of crisis episodes in early adulthood and midlife: A structured retrospective-autobiographical study. International Journal of Behavioral Development, 37(5), 407–416. https://doi.org/10.1177/0165025413492464
Rossi, N. E., & Mebert, C. J. (2011). Does a quarterlife crisis exist?. The Journal of genetic psychology, 172(2), 141-161. of crisis episodes in early adulthood and midlife: A structured retrospective-autobiographical study. International Journal of Behavioral Development. 37(5), 407-416
Rossi, N. E., & Mebert, C. J. (2011). Does a quarterlife crisis exist?. The Journalof Genetic Psychology, 172(2), 141-161.
Sumartha, I. (2001). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal. Disertasi. Universitas Muhammadiyah Malang.
Santrock, J. W. (2011). Life-span development perkembangan masa hidup edisi ketigabelas Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Umah, Rohmatul (2020) Pengaruh Kematangan Karir Terhadap Quarter Life Crisis. Tesis. Fakultas Psikologi Universitas UIN-Maulana Malik Ibrahim Malang.
Vasquez, J. P. R. (2015). Development and validation of Quarter Life Crisis scale for filipinos. The Asian Conference on Psychology & the Behavioral Sciences Development, 447-459. orofacial cutaneous and muscle pain in humans. PAIN®, 151(2), 384-393
Walgito, B. (2002). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Penerbit Andi
Yusuf, M. (2011). The impact of self-efficacy, achievement motivation, and self- regulated achievement. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 15, 2623-2626. learning strategies on students' academic
Published
2023-12-30
How to Cite
Damayanti, A., & Lestari, H. (2023). Pengambilan Keputusan Karir dan Quarter Life Crisis Pada Masa Dewasa Awal. PSIKOVIDYA, 27(2), 48-55. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v27i2.235