Iklim Kreatif Sebagai Moderator Hubungan Antara Intelijen Dan Kreatif

  • Yuni Kartika Universitas Gadjah Mada
  • Thomas Dicky Hastjarjo Universitas Gadjah Mada
Keywords: Berpikir kreatif; Inteligensi; Iklim kreatif

Abstract

Studi psikologi mengenai kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk peningkatan sumber daya manusia. Inteligensi merupakan merupakan salah satu kemampuan bawaan individu yang menjadi pondasi penting untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui iklim kreatif sebagai moderator hubungan antara inteligensi dan kemampuan berpikir kreatif. Subjek penelitian ini berjumlah 223 (134 perempuan dan 89 laki-laki) yang merupakan siswa siswi sekolah Negeri dan Swasta di Yogyakarta. Terdapat tiga alat ukur yang digunakan dalam penelitan diantaranya Tes Kreativitas Verbal (TKV) yang dikembangkan oleh Munandar, Culture Fair Intelligence (CFIT) yang dikembangkan oleh Cattel dan skala iklim kreatif. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis. Hasil penelitian menemukan bahwa inteligensi secara signifikan memprediksi kemampuan berpikir kreatif (r=0,324, p<0,01) dengan sumbangan efektif sebesar 10,5% sedangkan iklim kreatif tidak terbukti sebagai moderator pada hubungan antara inteligensi dan kemampuan berpikr kreatif. Penelitian ini juga mendukung teori threshold yang mengungkapkan bahwa tidak dibutuhkan kecerdasan tinggi untuk menjadi kreatif.

 

Published
2021-01-02
How to Cite
Kartika, Y., & Hastjarjo, T. (2021). Iklim Kreatif Sebagai Moderator Hubungan Antara Intelijen Dan Kreatif. PSIKOVIDYA, 24(2), 114-124. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v24i2.176
Section
Articles