ANALISA SCHOOL WELLBEING PADA MAHASISWA DISABILITAS TUNADAKSA, TULI DAN TUNANETRA DI PERGURUAN TINGGI INKLUSI

  • Ulifa Rahma Brawijaya University
  • Faizah Faizah Universitas Brawijaya
  • Yuliezar Perwiradara Universitas Brawijaya
  • Almirandari Ikawikanti
  • Baiq Marlina Mayasari
  • Tiara Disti Rinanda
Keywords: Keywords: disability students; college inclusion; school well-being

Abstract

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui school wellbeing mahasiswa disabilitas Tunadaksa, Tuli dan Tunanetra di Perguruan Tinggi Inklusi. Penelitian menggunakan desain kualitatif pendekatan fenomenologi. Pengambilan data melalui wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian subjek tunadaksa, tunanetra dan tunarungu memiliki school wellbeing, namun bervariasi tiap aspeknya. Setiap aspek school wellbeing beberapa subjek memiliki permasalahan namun mampu mengatasi permasalahan sehingga merasa nyaman dan puas terhadap kehidupannya dikampus. Beberapa subjek tertekan, stres, berniat pindah jurusan, pasrah menjalani perkuliahan, maupun berniat berhenti kuliah yang mengganggu school well-beingnya dan berpengaruh terhadap penyelesaian studinya karena tidak mampu mengatasi permasalahannya.

 

Kata Kunci: mahasiswa disabilitas; perguruan tinggi inklusi; school well-being

 

ABCSTRAC.

The purpose of this study was to determine the school wellbeing among visual impairments, deaf and  physical disability students  in college inclusion. the study used a qualitative design approach phenomenology. Retrieval data through interviews, and observation. Data analysis techniques using the interactive model of Miles & Huberman. The results subjects with physical disabilities, visual impairments and hearing impairment have school wellbeing, but varies in every aspect. Every aspect of school wellbeing, some subjects have problems but are able to overcome the problems so they feel comfortable and satisfied with their lives in campus. Some subjects are depressed, stressed, intend to move majors, resigned to undergoing lectures, or intend to quit college that disrupts their school well-being and affect the completion of their studies because they are unable to overcome the problem.

 

 

References

Bahar, M. & Aviani, Y.I (2015). Efikasi Diri Akademik Mahasiswa Tunanetra. Jurnal RAP UNP, 6 (2) , 169-180.
Brebahama, A. & Listyandini, R.A. (2016). Gambaran Tingkat Kesejahteraan
Psikologis Penyandang Tunanetra Dewasa Muda. Jurnal Mediapsi, 2 (1), 1-10.
Firmanda, T.H. (2014). Penyesuaian Diri Penyandang Low Vision dalam melewati
Pendidikan di Perguruan Tinggi. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9 (1), 2014, 1-14.
Harimukti, M.T & Dewi, K.S. (2014). Eksplorasi Kesejahteraan Psikologis Individu Dewasa Awal Penyandang Tunanetra. Jurnal Psikologi Undip, 13 (1) , 64-77.
Hasan, S. A., & Handayani, M. M. (2014). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Penyesuaian Diri Siswa Tunarungu di Sekolah Inklusi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 3, 128-135.
Herdiansyah, H. (2015). Metodologi Penelitian Kualatitatif. Jakarta: Salemba Humanika.
Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbasa Dan Berbicara Anak Tunarungu. Jassi, 101-110.
Jefri, T. (2016). Aksesibilitas Sarana dan Prasarana bagi Penyandang Tunadaksa di Universitas Brawijaya. IJDS.ub.ac.id, 16-25.
Kementrian Pendidikan Nasional. (2010). Program Khusus SLB Tunarungu. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan.
Kersting, S. (1997). Balancing between deaf and hearing worlds: Reflections of mainstreamed college students on relationships and social interaction. Journal of Deaf Studies and Deaf Education, 2, 252-263.
Khatimah, H. (2015). Gambaran School Well-Being pada Peserta Didik Program Kelas Akselerasi di SMA Negeri 8 Yogyakarta. Psikopedagogia, 20-30.
Kirk, S., Gallagher, J. J., Coleman, M. R., & Anastasiow, N. (2009). Education Exceptional Children. Boston: Houghton Mifflin Harcourt Publishing Company.
Konu, A., & Rimpelä, M. (2002). Well-being in schools: a conceptual model. Health Promotion International, Vol.17, No.1.
Konu, Anna; Rimpela, Matti. (2002). Well Being In School: A Concept Model. Health Promotion Internasional, XVII(1), 79-87.
Konu, A.I, & Lintonen, T.P. (2006). School well-being in Grades 4-12. Health Education Research Theory & Practice, 21 (5), 633-642.
Lestari, D. S. (2016). Penyesuaian Sosial Pada Mahasiswa Tuli. Inklusi: Journal Of Disability Studies, 3, 103-134.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Muliani, A., Royanto, L. R., & Udaranti, W. S. (2012). Hubungan Antara School weel-being Dan Keterlibatan Dalam Kegiatan Belajar Pada Siswa SMA Kelas 11. Manasa, 1, 100-107.
PSLD. (2017). Daftar Mahasiswa. Retrieved Maret 22, 2018, from http://psld.ub.ac.id/in/kemahasiswaan/daftar-mahasiswa
Riahta, R., Hasanah N.,, Pratiwi, A. (2015). Regulasi Emosi Mahasiswa Penyandang Tunarungu Dalam Relasi Dengan Kawan Sebaya. Indonesian Journal of Disability Studies, 2 (1), 43-51.
Rizky, U. F. (2014). Identifikasi Kebutuhan Siswa Penyandang Disabilitas Pasca Sekolah Menengah Atas. Indonesian Journal of Disability Studies, 1, 52-59
Ro’fah, Andayani & Muhrisun. (2010). Inklusi pada Pendidikan Tinggi : Best Practices Pembelajaran dan Pelayanan Adaptif bagi Mahasiswa Difabel Netra. Yogyakarta : PSLD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rose, C. A., Forber-Pratt, A. J., Aragon, S., & Espelage, D. L. (2013). The Influence of Psychosocial Factors on Bullying Involvement of Student with Disabilities. Theory Into Practice, 272-279.
Sachs, D., & Schreur, N. (2011). Inclusion of Student with Disabilities in Higher Education:Performence and Participation in Student's Experience. Disability Studies Quarterly, 13.
Sari, D. N. (2012). Hubungan Antara Body Image dan Self-Esteem pada Dewasa Awal Tuna Daksa. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya 1(1), .
Soeparman, S. (2014). Faktor-Faktor yang Memperngaruhi Keberhasilan Studi Mahasiswa Penyandang Disabilitas. Indonesian Journal of Disability Studies, 12-19.
Somantri, S. (2012). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT.Refika Aditama.
Steven, C.D, & Sawitri, D.R. (2016). Bersyukur di Tengah Sedih dan Senangku : (Studi Kualitatif Subjective Well-Being pada Mahasiswa Tunanetra). Jurnal Empati, 5 (3), 439-442.
Syafi'ie, M. (2014). Pemenuhan Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas. Inklusi, 1, 269-308.
UU RI Nomor 19 Tahun 2011. Pengesahan Convention of Persons with Disabilities
(Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas). www.bphn.go.id/data/documents/11uu019.pdf
Verdier,K.M. (2016). Inclusion in and out of the classroom: A longitudinal study
of students with visual impairments in inclusive education. Journal Education, 34 (2) 6,130-140,
Published
2020-06-01
How to Cite
Rahma, U., Faizah, F., Perwiradara, Y., Ikawikanti, A., Mayasari, B., & Rinanda, T. (2020). ANALISA SCHOOL WELLBEING PADA MAHASISWA DISABILITAS TUNADAKSA, TULI DAN TUNANETRA DI PERGURUAN TINGGI INKLUSI. PSIKOVIDYA, 24(1), 16-32. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v24i1.153
Section
Articles