PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA TUNA DAKSA

  • Evin Damayanti Universitas Pendidikan Indonesia
  • Sri Maslihah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Lira Fessia Damaianti Universitas Pendidikan Indonesia
Keywords: tuna daksa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui psychological well being remaja tuna daksa. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif melalui wawancara. Wawancara ini melibatkan 5 remaja tuna daksa di SLB-D YPAC kota Bandung dan menggunakan metode analisis konten. Hasil dari penelitian yang dilakukan di SLB-D YPAC kota Bandung yaitu subjek 4 dari 5 memperkuat teori Ryff (1995) mengenai kesejahteraan psikologi yaitu memiliki dimensi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, memiliki tujuan hidup, pertumbuhan pribadi. Hasil wawancara selain menunjukan adanya kesejahteraan psikologis seperti teori yang dikemukakan oleh Ryff (1995) remaja tuna daksa di SLB D YPAC kota Bandung menunjukan dimensi rendah diri dan dimensi kecemasan.  

References

Abas, Melanie A, dkk. (2009). Psychological Wellbeing, Physical Impairments and Rural Aging in a Developing Country Setting.
Adinda, T. (2010). Menggugat kebijakan dan pengadaan fasilitas umum untuk difable. Dalam Riyadi, E. Jurnal Perempuan: mencari ruang untuk difable, 65, 77-88. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.
Anggraini, D. 2012. Hubungan Gambaran Diri dengan Interaksi Sosial pada Remaja yang Berjerawat (Acnevulgaris) Di SMAN 3 Padang Tahun 2012. Penelitian Keperawatan Jiwa. Padang: Fakultas Keperawatan Universitas Andalas
Arifin, S. (2007). Analisis perlindungan hukum terhadap hak penyandang cacat dalam meraih pekerjaan (studi kasus di kota Yogyakarta). Jurnal Fenomena, 5(2), 157-175.
Fany Hastari Larasati, Y. I. (2017). Perbedaan Motivasi Belajar pada Penyandang Tuna Netra di Barehsos Disabilitas Netraprovinsi Jawa Tengah ditinjau dari riwayat Disabilitas , tingkat disabilitas dan jenis kelamin. empati, 158-163.
Hakim, T. 2004. Mengatasi rasa tidak percaya diri. Jakarta: Puspa Swara
Perwitasari & Retnowati, F. (2012). pengaruh konseling "kebermaknaan hidup" terhadap kesejahteran psikologis difabel . psikosains, 41-53.

Retnowati, F. P. (2012). Pengaruh konseling "Kebermaknaan Hidup" terhadap Kesejahteraan Psikologis Difabel. Psikosains, 41-53.
Ryff, C,D., & Keyes, C.L.M. (1995). The Structure of psychological well being rivisited. Journal of personality and Social Psychology, 69 (4), Hal 719-727 .
Ryff, C,D., & Singer, B (1996). Psychological well being : Meaning, Measurement, and Implications for Psychotherapy research. Journal of personality and Psychosomatics, 65 (4), Hal 14-23
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995).The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69, 719–727.
Ryff, Carol D., Burton H. Singer. 2008. Know Thyself And Become What You Are: A Eudaimonic Approach To Psychological Well-being. Journal of Happiness Studies. Sarafino, E.P., Smith, T.W. (2011). Health psychology : biopsychosocial interactions seventh edition. New York: John Wiley & Sons
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health Psychology: Biopsychosocial nteraction (8th edition). USA: John Wiley & Sons Australia, Ltd.
Sarafino, E. P., & Timothy, W. S. (2012). Health Psychology Biopsychosocial Interaction (7th edition). USA: John Wiley & Sons, Inc.Mandasari, L. (2016). RELATIONS BETWEEN ANXIETY AND PROCRASTINATION STUDENT. Universitas Islam Indonesia Publication, 0, 0–15.
Sarason, I. G., & Sarason, B. (1980). Abnormal Psychology: The Problem Of Maladaptive Behavior. London: Prentice Hall
Senra H, Olivieira, R. A., Leal, I., & Viera, C. (2011). Beyond the body image: A qualitative study on how adults experience lower limb amputation. Clinical rehabilitation, 26, 180-191.
Senra H, Olivieira, R. A., Leal, I., & Viera, C. (2011). Beyond the body image: A qualitative study on how adults experience lower limb amputation. Clinical rehabilitation, 26, 180-191.
Sugiyono.(2015).Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Suryabrata, S. 2003. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo
Santrock, J. W. 2003. Adolescence ”Perkembangan Remaja”. Jakarta : Erlangga
Santrock, J.W. 2007. Remaja. Edisi Ke- 11. Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga
Schneiders, A. (1964). Personal Adjustment and Mental Health. New York: Rinehar & Winston.
Schneiders, A.A. 2008. Personal Adjustment And Mental Health. New York: Holtt. Renchart and Winston Inc.
Smet.B. 1994. Psikologi Kesehatan. Jakarta: PT. Grasindo
Sugiyono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Taylor, S.E. (2009). Health psychology (7th ed). Boston : McGraw-Hill
Tentama, F. (2011). Hubungan inferioritas dengan self-acceptance pada penyandang tunadaksa. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Dosen Kopertis Wilayah V Yogyakarta. Yogyakarta: Kopertis Wilayah V. ISBN: 978-602-9367- 04-1.
Jamal, F. K. (2017). Eksistensi kaum difabel dalam perspektif Al-Qu`ran. Ushuluddin, 221-234.
Masduqi, B.F. (2010). Kecacatan dari tragedi personal menuju gerakan sosial. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan
Ramadhani, Putrianti, T. N. (2014). Hubungan Antara Kepercayaan diri dengan citra diri pada remaja akhir. spirits, 1-11.
Somantri, S. (2012). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: PT. Refika Aditama.
Yuniati, Andrienie, Sulistyawati, R. S. (2017). Pengaruh Terapi Candara Jiwa terhadap Inferioritas pada tuna daksa . -, 139-145.
Published
2021-05-05
How to Cite
Damayanti, E., Maslihah, S., & Damaianti, L. (2021). PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA REMAJA TUNA DAKSA. PSIKOVIDYA, 25(1), 45-51. https://doi.org/10.37303/psikovidya.v25i1.137
Section
Articles